Browsing category archive Travelling

Outing..Rafting…and Jumping!

Yak..dalam sebulan terakhir ini, hari minggu saya lewatkan dengan kegiatan2 outdoor itu. Bodo amat ama yang namanya telepon yang berdering itu (tapi tetap saya angkat sih :D )

Outing saya menuju Desa Subaya, yang ada di perbatasan Bangli dan Singaraja bersama rombongan Bali Orange yang sebagian besar adalah anggota Bali Outbound. Sudah tentu jalan berliku kami lalui dan hujan menyambut kami setiba disana, Mas Ari Wangsa…seorang yang sudah tinggal tahunan disana dan merupakan kenalan banyak teman Bali Outbound adalah tempat yang dituju, sebuah gubug kecil nan asri, udara segar dan pemandangan yang indah terpampang di pintu masuk rumah beliau. Banyak catatan kecil yang saya temukan disini, Bukit Cinta-nya (entah siapa yang menamakannya demikian), berdiam di bawah langit cerah di tengah malam sampai dini hari, melihat perbatasan antara Bangli dan Singaraja di kaki gunung di pagi hari, sampai keramahan Mas Ari Wangsa si empunya rumah.

photo diambil dari koleksinya bali outbound

Satu lagi…saya salut akan ketangguhan para penduduk disana, para wanita dan anak2 rela mencari rumput sampai ke kaki gunung dengan kecuraman yang cukup tinggi, dan mereka menjalaninya tanpa ada rasa mengeluh, salute! nah…jangan ngeluh jaque! :D

2 Minggu kemudian…masih di hari minggu, menuju Sobek Rafting di ubud, bersama @rarasupras, @gustul, @yanuar, @arie_Q, @efi_kojaque, @radendan…kebetulan dapet harga murah dari bunda arie :D


Selanjutnya menuju warung pulau kelapa, lanjut ke Rumah Topeng & Wayang dan berakhir di Kertalangu.


Selang seminggu kemudian nyoba bungy jumping di bungy co daerah 66 legian, ini juga dapet tiket free dari @efi_kojaque ;) tadinya sih sumpah! ga mau loncat tapi karena udah janji ama orang2 yang ngajakin loncat @saktisoe en @viar yawdah loncat lah :P


Mau tau rasanya…ga ada rasa kok, cuman sebentar kok sport jantung aka dug dug ser-nya, pokoke tau2 udah dibawah aja dan ngeliatin tandemnya @saktisoe + @viar, hihihi…

Melali bersama Balebengong

Minggu lalu saya dan Efi berpartisipasi dalam acara melali (jalan-jalan) bersama balebengong dalam rangka reportase ke Danau Batur – Kintamani. Ada 6 mobil yang berangkat dan sesampainya di Kintamani, jalur yang di lalui bukan jalur seperti biasanya, kami menuju penelokan, jalur lebih extrim karena rusaknya jalan yang sering dilalui oleh truk truk pengangkut pasir. Keindahan kintamani tidak kami lewatkan begitu saja, beberapa kali mobil berhenti hanya untuk berfoto dan bernarsis ria, seperti ini:

Pemberhentian kami selanjutnya adalah Pura Hulundanu di Desa Songan, disana diadakan acara perkenalan semua anggota yang ikut dan ada sesi games dari Dancuk Anton, meskipun akhirnya hujan..perjalanan dilanjutkan menuju Desa Trunyan, tapi sebelumnya sebagian dari kami menuju rumah Putu Restiti, seorang anak yang dengan keterbatasannya, tapi mempunyai kelebihan menciptakan sesuatu (lebih lanjut mengenai Putu Restiti, silahkan lihat tulisan Mas Hendra WS ini).

Sempat makan siang bareng dengan ikan mujahir ala kintamani, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Trunyan, jalan yang dilalui begitu berliku dan hujan terus menemani kami. Sesampainya di desa, kami menyewa perahu menuju kuburan di desa trunyan dan terntunya dibantu oleh pemandu disana. Hanya 5-10 menit waktu yang diperlukan untuk sampai ke kuburan. Pak Wayan, begitu pemandu itu namanya, beliau mulai memandu kami masuk kuburan dan menjelaskan secara detail prosesi adat istiadat di kuburan itu (Mengenai profil Pak Wayan ini, silahkan lihat tulisan Eka Juniartawan dalam Balebengong).

Secara singkatnya, prosesi adat istiadat di kuburan desa trunyan ini adalah tempat untuk menaruh mayat hanya disediakan 11, jika ada orang dari desa tersebut meninggal, maka mayat yang paling lama akan digeser dan akan ditempati oleh mayat yang lebih baru. Satu hal lagi, kuburan ini hanya di peruntukkan bagi mereka yang meninggal secara normal, bisa dalam arti sakit, atau yang lainnya. Sedangkan selain itu disediakan tempat khusus di luar kuburan tersebut.

Kurang dari satu jam kami di sana, rencana semula memang ada beberapa tempat yang akan dikunjungi di kintamani tapi karena terhalang hujan, jadi kunjungan hanya ke Desa Trunyan saja.

Well…semoga kegiatan ini berlangsung secara simultan, jadi bale bengong bukan tempat hanya untuk bengong saja :D

Terimakasih Balebengong :)

Kemana aja di Bandung ?

• Ke Makam Sirnaraga : Berdoa dan Nyekar dulu ke sesepuh yang telah mendahului kita

• Ke ITC Kebon Kalapa : Mo nyari pakaian, sepatu dengan harga miring disini tempatnya

Yogya Dept Store Kepatihan : Bisa jalan kaki dari ITC, disepanjang jalan dijual berbagai macam barang dan makanan tentunya, murah meriah lah..kami mencoba baso ceker dan batagornya

The Secret, The Summit, Heritage : Semua FO ini ada daerah Riau (Jl, LE Martadinata) silahkan berjalan utk pilih2 sepanjang jalan ini

Komplek Riung Bandung : Minjem motor euy..mau macet, gih sana gih!

Yoghurt Cisangkuy : Wow..yoghurt strawberry shakenya manteb dech

• Dago : Coba mampir ke Grande, Glamour, tapi recommend sih ke Blossom ama The Man (tempat fashionnya lelakih)

• Bebek Goreng di belakang rumah sakit St Borromeus, bebeknya manteb…cuman siap2 antri kalo mau beli, lebih baik datang pas sore hari.

Rumah Mode : FO nya luas dan lengkap, tapi jangan harap kesana tanpa kemacetan.

• Jl Cihampelas : memang pusatnya jeans, tapi jangan lupa mampir ke Ciwalk donk!

Padalarang : Sejenak mampir ke Bandung

Lembang : Beli colenak atau ketan dipinggir jalan raya lembang, hmmm…en maunya ke lembang kencana (mau beli susu murni) tapi ga sempet..satu lagi ciater ternyata di skip dari jadwal.

Gazeeboo : ada pasar kaget tiap minggu pagi, murah meriah dan bisa ditawar coy

Batagor Riri : Katanya sih Batagor terenak di Bandung, apalagi potoh2 selebritis itu terpampang di dindingnya.

Soreang : Yak…lagi ke Bandung

Cibaduyut : Cari sepatu buat oleh2

Ampera Kebon Kawung : Maunya sih ke warung Bu Imas, tapi apa daya penuh dan mengantri euy, ya sudahlah cari Ampera ajah

• Ke BIP : nongtong Eclipse duluw di mall ini ;)

masih banyak yang mesti dikunjungi, semoga lain waktu bisa mampir kesana lagi, dan tentunya siapin budget lagi :P

note: silahkan di explore lebih lanjut kalau mau cari hotel dan akomodasi murah di bandung ;)

Kamar itu…

Ingatan saya kembali ke 7 tahun yang lalu, ketika masih kuliah saya mendiami kamar kecil yang hanya berisi ranjang jadul dan lemari kecil disampingnya. Jam kamar itu masih seperti yang dulu, tiap diisi batere paling cuman bertahan sebentar, abis itu jarum jam berhenti lagi. Hanya meja saja yang berpindah tempat, dulunya meja itu dipake buat tempat komputer. Kamar itu memang sedikit lembab, tidak ada jendela hanya ventilasi se-uprit saja, dan kadang kadang diganggu suara curut yang numpang masuk ketika pintu kamar terbuka, tapi sekarang nggak lagi soalnya curutnya sudah gede :D

Dan satu lagi bed cover dari bali dan selimut coklat pun masih ada di kamar itu, cuman satu yang berubah bantalnya menjadi keras, bukan karena berubah karena waktu, tapi bantal yang empuk di pindah ke kamar sebelahnya :P

Dulu hanya sendiri menikmati kesendirian di kamar itu, kalo nggak nonton film ya denger mp3 lewat earphone ketika menjelang tidur, tapi sekarang tidak lagi…ada tambahan satu guling untuk dipeluk, sehingga menjadi hangat :D …dan saya bercerita kepadaNya mengenai kamar ini.

Well..selamat tidur :)

rencana ke bandung ituh…

Sudah sejak 6 bulan lalu kepikiran, dan akhir maret booking tiket supaya dapet harga murah (begitulah ceritanya) sekalian sih merayakan Happy Anniversary kita atau bulan madu yang tertunda gitu dech…

Rencana dan jadwal kami siapkan per harinya, kunjungan ke sanak saudara yang rupanya tidak saling berdekatan jaraknya. Dari ciroyom, riung bandung, soreang, sampai lembang, belum lagi silaturahmi ke teman masa kuliah dulu (kalau sempat dan…di sempat2 kan lah) dan tentunya tidak lupa oleh2 dari bali untuk mereka (tidak semua sih..beberapa sajalah)

Denger berita dari beberapa saudara yang baru balik beberapa bulan lalu dari bandung, kemacetan di bandung makin parah, mall makin menjamur di sana sini..wah, tapi gadis cantiknya ga berkurang kan :P Yah..akhirnya memutuskan kalo kesana sini di bandung naek motor aja dah, biar ga ribet! lupakan mobil atau kalo mau cuci mata naeklah angkot sapa tau beruntung dapet seangkot ama mojang bandung nu gareulis :D

Satu lagi…bawa oleh2 ke bandung, tentu ada timbal balik bawa oleh2 dari bandung tentunya..untuk hal ini mesti bawa satu spare tas kosong lagi dech, dan semoga kami tidak gila belanja (cukup kuliner sajah) karena kami tight on budget! hahahaha….

happy holiday… :)

Turis Lokal Seharian

Ya…hari itu merupakan hari ulang tahunnya, dari jauh hari kita memang merencanakan untuk jalan jalan ke tempat itu. Ubud adalah tujuan kita, dan memang sudah lama tidak berkunjung ke ubud pasca foto pasca wedding itu terakhir ama Sakti Soe dan Asn.

Jalan menuju Ubud cukup jauh dari tempat tinggal kita, bermotor ria memakan waktu kurang lebih 40 menit, tidak ngebut…santai saja ;) Karena hari sudah siang dan memang tujuan pertama kita adalah cari makan di ubud. Naughty Nuri’s adalah tujuannya. Warung sederhana namun cukup ternama di kawasan ini, bahkan pernah masuk New York Times oleh karena salah satu kontributornya pernah makan disana. Letaknya di pinggir jalan, Jl Sanggingan di seberang museum neka. Hari itu cukup sepi karena memang belum jam makan siang, saya lihat pun hanya ada 1 rombongan bersama kita waktu itu. Cuaca cukup panas siang itu sehingga kita memutuskan untuk duduk di tempat duduk paling luar. Dia memesan Spare Ribs-nya yang konon menjadi makanan favorit disini, sedang saya cukup dengan Beef Burger saja. Buat make sure saja Spare Ribs itu mengandung Babi 100% dan Beef Burger nya pun ada helaian Ham but tidak 100%. Tapi ya..enak2 saja tuh :D

img_4167

Sehabis makan kita rencana untuk mengunjungi museum antonio blanco, tapi entah mengapa begitu lewat tempat itu kok ga jadi, jadi ya sudah teruskan saja. Tujuan selanjutnya adalah Pasar Ubud. Sebelumnya memang kita tidak pernah ke pasar ini, jadi ini merupakan kunjungan pertama. Sebuah daster dan tas jadi di belinya dan lagi2 dengan tawar menawar ala wanita, jadi maksudnya gini..minta dengan harga serendah mungkin lalu berlalu begitu saja menuju toko selanjutnya. Akhirnya si penjual pun memanggilnya kembali dengan harga yang ditawarnya tadi :D Pinter kamu dear…

Setelah puas keliling pasar, kita memutuskan untuk berjalan kaki mencari ATM terdekat dan mengunjungi Jalan Kajeng, Tempat Walk of Fame-nya Ubud dan juga tempat memorabilia Si Sakti Soe kunjungi waktu itu, yang quotenya “Cinta..kamu ga papa kan?” tapi sayang tidak semua tulisannya terlihat karena pas kebetulan ada mobil parkir dibawah tulisannya.

Hari memang terasa panas, sekitar jam 3 kita memutuskan untuk balik ke denpasar, tak lupa mampir ke toko kamera untuk perbaiki kamera saya yang rusak. Tangan dan kaki jadi belang sewaktu tiba dirumah, Ya iya lah wong jadi Turis Lokal seharian :D

Ubud Photo Session

Thanks to Sakti Soe, Putra Asnawa and also Villa Semana for this photo session..you’re great guys!

Kebayang kan kalau…

Post ini ditulis waktu kejadian tempo hari, waktu menghadiri pernikahan Yanuarie di Tabanan nun jauh disana..berangkat dari denpasar dan kumpul di rumah empunya rumah tulisan dan sang bunda, ditambah bani en teman perempuan (girl friend) gus tulank. Aku menunggu efi yang datang ama sang driver dan janjian ketemu di jalan bedahulu (jalan yang penuh kenangan sang driver) hihihihi… Sepanjang perjalanan tidak ada yang istimewa, hanya mampir sekitar 10 menit untuk berbuka puasa. Lepas kota, undangan nikahan sudah ditangan karena harus berpatokan pada peta yang tertera disana. Dan benar memang jalur di peta dengan nyatanya berbeda 180 derajat! Dua kali nyasar dan mesti harus bertanya pada penduduk sekitar. Akhirnya mobil2 yang berderet deret di depan kami melegakan perasaan ini, sudah sampai ternyata…

(read more)

Menjangan Tour

Libur panjang kemaren aku habiskan di Pulau Menjangan, bersama Efi dan teman2 ICOMM lainnya (Mas Don, Mbak Iin, Mbak Tiwi, Annike, Mas Yos dan Gede. Berangkat dari denpasar sabtu jam 8.30, (padahal udah siap dari jam 6) soale wara wiri anter jemput para personel diatas :D . Jalur kami ambil via bedugul dan masuk ke seririt, setelah sebelumnya mampir ke Strawberry Stop dan bernarsis ria di jalam menuju ke seririt, tepatnya di daerah Banyuatis (pemandangan danau buyan yang paling OK lah). Kami tiba sekitar jam 12 siang di Taman Sari Cottage dan kami menyewa Villa Sunrise disana. Break sebentar utk menurunkan barang2 dan makan siang bersama, sekitar jam 2 Siang kami menuju Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tujuan kami kesana salah satunya adalah trekking menuju tempat2 strategis, sayangnya guide disana mengatakan hanya 10% kemungkinan kita melihat satwa disana, sebab musim itu musim penghujan, bulan yang bagus utk melihat satwa disana sekitar bulan juni-juli, sebab itu adalah musim kemarau tempat dimana para satwa itu mencari makan.
(read more)

Trip to Malang

Akhir pekan kemaren aku dan keluarga mengunjungi malang dalam rangka menghadiri wisuda adikku. Tidak ada yang istimewa selama perjalanan, hanya berhenti sebentar untuk melakukan sholat jumat sebentar di mesjid di kota Negara, dan kemudian dilanjutkan menuju gilimanuk. Tumben, baru kali ini nyebrang di gilimanuk dapat kapal feri yang cukup bagus, dalamnya ruang AC dan kursi pun seperti sofa, puk..empuk ;) Perjalanan dilanjutkan kembali hingga makan malam di Rawon Saminah, rumah makan di pinggiran jalan kota Pasuruan, yang ternyata cukup terkenal, terbukti beberapa foto seleb dan politikus yg terpamping di dinding diatas meja kasir.
(read more)